jump to navigation

Pegawai Pajak: Pekerjaan Kotor? Februari 13, 2008

Posted by triplefortune in Uncategorized.
trackback

Pegawai pajak atau fiskus adalah pegawai negeri yang bekerja di bawah Departemen Keuangan pada Direktorat Perpajakan.  Untuk mencetak pegawai pajak yang andal itulah STAN membuka spesialisasi Administrasi Pajak. Mengapa aku pilih spesialisasi ini? Em.. Aku pun dah lupa sebabnya. Yang jelas karena kata ‘pajak’ familiar daripada ‘piutang lelang’ atau ‘kebendaharaan’. Tapi yang jelas aku ga punya niat untuk korupsi dan menumpuk harta dari profesi ini.

Tapi ini yang membuat aku shock dengan STAN. Dosen Pengatar Perpajakan kami, Dr. Richie (bukan nama sebenarnya) sering sekali menyinggung tentang korupsi, tentang pegawai pajak yang brengsek, pemalas, tukang meres dll. Beliau juga bertanya pada kami, apa alasan kami memilih jurusan ini, pengen jadi koruptor pikirnya.

Em… Ngomong-ngomong Dr. Richie ini dosen paling killer sejagad STAN. Beliau mewajibkan kami untuk memiliki ‘alkitab pajak’, buku setebal bantal dengan isi kompilasi hukum-hukum pajak di Indonesai sejak tahun 1983 hingga sekarang. Beliau ingin buku ini menjadi kotor dan dekil oleh sentuhan tangan kami. Jika kitab itu ditemukan dalam keadaan bersih, Dr. Richie akan membuangnya ke empang di depan gedung kampus, biar ikan-ikan ngerti tentang pajak, katanya.

Kapan pegawai pajak bisa benar-benar menjadi profesional dan jujur? 100 tahun lagi katanya. Orang itu sudah benar-benar apatis karena melihat kenyataan di lapangan selama puluhan tahun, hingga kini usianya mencapai kepala 6 (cepet pensiun dong pak).

Apa aku bisa bertahan di jalan ini?

Komentar»

1. Dudi Wahyudi - Februari 22, 2008

Dosennya termasuk Barisan Sakit Hati kali, atau dia enggak kebagian :) . BTW, saya sudah kerja di pajak slama 15 tahun dan banyak kok orang yang idealis dan profesional. Apalagi sekarang sistemnya sudah mendukung. Dan pegawai pajak boleh berbangga, di samping berjasa dalam membiayai negara ini, juga bangga menjadi pelopor pemberantasan korupsi secara sistemik.

2. Jambu - April 21, 2008

apakah benar begitu dudi??
sistem kita mungkin paling bagus sedunia
tapi sdm kita juga paling kotor sedunia

tanya kenapa?

tetapi optimis mesti tetap ada..
ayo maju negeriku… (tapi kapan?)

3. Dalila Sadida - September 17, 2008

ya… klo emang udah berlabel “kotor”, “pemales”, dsb, tinggal tunjukkin aja keprofesionalitasan kita :D

4. soleh - Desember 19, 2008

pak richard ya??