Atlet Weight-Lifting Amatiran April 2, 2008
Posted by triplefortune in Uncategorized.4 comments
Tidak terasa, sudah 4 hari aku tinggal di rumah. Tidak banyak yang bisa aku kerjakan, paling-paling makan, ngemil, nonton TV, main komputer, baca komik dan tidur. Sekali-sekali aku membantu ortu mencuci baju (maksudnya muter kenop mesin cuci), menjemur, dan mengetikkan tugas kantor mereka (pekerjaan yang sudah aku lakukan sejak kelas 5 SD).
Beratku waktu pertama tiba di sini 61 kg, turun sekitar 5 kilo dari sebelumnya. Ortuku, terutama ibuku terobsesi supaya anaknya ini gemuk lagi di rumah. Mereka menganggap makan 3 kali sehari itu kurang buatku, bahkan aku dikira kurang gizi (padahal mereka sendiri cuma makan 2 kali sehari). Nah, di rumah ini aku juga bertugas sebagai dekomposer, mengurai habis semua masakan ibuku.
Hari Selasa kemarin, sampai jam 1 siang aku sudah menyantap 5 piring nasi. Kemudian ibuku pulang dan membawakan nasi kotak berisi ayam bakar. Dan aku harus menguraikan makanan itu! Pagi ini beratku sudah naik 1 kilo lagi. Ibu, kacamatanya dipake dong, anaknya udah kayak beruang-madu-obesitas begini…
Untuk mengimbangi nafsu makan yang membabi buta (soalnya Temanggung ini dingin, butuh banyak kalori), aku tiap pagi senam (lebih mirip joget anjing) dan mengangkat barbel (ditambah jemuran). Seperti atlet weight-lifting dari Yaman yang habis minum dopping diapet. Aku harap sih badan lembek ini bisa jadi seperti Ade Rai dengan pantat six-pack-nya.
Sumfeh, Temanggung ini dingin banget. 3 hari pertama aku tidak melihat matahari bersinar sempurna, selalu ditutupi awan dan kabut. Maklum, 800 meter dari permukaan laut. Dingin… Siang-malam berbalut jaket dan bertutup selimut. Ingusku mengkristal membentuk apa yang kita lihat seperti kumis, dan iler menjadi jenggot. Untung pagi ini mentari bersinar terang. Yoga yang ganteng kembali merasa hidup.
Di sini kumis dan jenggotku kubiarkan tumbuh. Yang bikin aku khawatir, bisa-bisa kembali ke Jakarta nanti aku ditangkap polisi karena dikira adiknya Osama bin Laden T_T. Memang harus kuakui, bukannya promosi, pulang-pergi Temanggung-Jakarta aku selalu menggunakan jasa transportasi bus malam Osama bin Laden (OBL-Safari Dharma Raya).
Hari ini, ibuku memasak jamur goreng. Wow, mak nyuss… Jamur tiram dibalut tepung bumbu, digoreng dalam minyak panas. Endang bambang gurindang, eca sanget, rancak bana, lekker zeg, oishii ne! Mak nyoss!!! Jamur, rajanya sayur, terasa tak kalah lezat dibanding Kemaki Fried Kitchen atau Ayam Goreng Mbok Berak…
Andai tiap hari bisa makan jamur, tahu, tempe dan susu kedelai, aku rela jadi vegetarian selamanya!!! Em… Tapi masih tidak bisa melepaskan diri dari cengkeraman telur. Tiap hari di Trio, telur selalu masuk ke dalam menu harian. Tapi si telur ini mengandung kolesterol tinggi. Mau tidak mau aku harus mengurangi frekuensi makan telur. Ga mau kan jadi Ursa mayor lagi?! Jadi Ursa minor saja sudah merasa lembek begini.
Aku jadi ingat, dengan badan segede gaban ini, waktu SMA ada beberapa guru yang bertanya “Mas Yoga mau masuk militer?”, spontan kujawab “Nggak Pak, saya mau jadi orang sipil saja.” Sebenarnya dalam hati aku membatin “Ya elah, tes lari aja selalu remidi, bisa-bisa di Akmil mati berdiri.” Aku ini cinta damai dan sangat setuju dengan Albert Einstein (bukan senior maniak-matematika di SMA yang tinggal selangkah lagi terbang ke Slovenia) dengan kata-katanya “I am not only a pacifist but a militant pacifist. I am willing to fight for peace. Nothing will end war unless the people themselves refuse to go to war.”
Oh ya, dalam PC di rumah, aku masih bisa menemukan koleksi Kahitna-Sepanjang-Masa dan Chrisye-Gembira-Ria. Juga musik rock favoritku, Michael Learn to Rock. Sebenarnya aku juga suka 1 lagu ber-genre metal, Metal vs. Dugem. Mozart dan Kitaro juga masih dapat mengalun dengan indah. Harus kopi ke notebook!!! Waktu liburan masih panjang, cari proyek ah…





