jump to navigation

Jogja, I’m in Love April 7, 2008

Posted by triplefortune in Penulisan.
1 comment so far

Joke-Jakarta, kota terbesar ke-9 di Indonesia. Kota ini kucintai dengan sepenuh hati. Yogya adalah rumah kedua bagiku. Sebenarnya aku ingin berkata dengan bangga “Yogya itu nama tengahku!”. Memang, aku tidak pernah menjadi warga Yogya, paling lama hanya tinggal sekitar 3 minggu saja. But I feel it’s not unlike my own home

Kota Yogya punya nilai istimewa dalam sejarah keluargaku, mungkin karena pendirinya adalah leluhurku sendiri ^_^. Meski di kota ini tidak ada pencakar langit seperti di Jakarta, tapi Yogya penuh dengan landscape yang unik. Candi Prambanan yang luar biasa, Monumen Yoga Kembali yang sukeren markeren dan keraton yang penuh misteri. Oh… Yogya, betapa misterius dirimu, tapi sangat romantis.

Jika aku bisa, aku ingin ditempatkan di Yogya yang penuh kenangan ini. Dekat dengan keluarga, dekat dengan peradaban dan kebudayaan. Atmosfer yang penuh keramahan, tradisi dan seni. I love you Yogya! Hontou ni daisuki!

Daisuki April 7, 2008

Posted by triplefortune in Uncategorized.
2 comments

Totemo totemo totemo totemo
Totemo totemo daisuki yo
Darling I like you darling
Nikaime no drive doki doki shichau
Hirogaru aoisora saikou dane
Anata to iru to tanoshi
Futatsu ni narabu kan juice
Nanka mou ureshi sugite
Hopeni chute shitakunaru
Dakedo ima wa untenchu
Yokogao wo mitsumete iyou
Totemo totemo
Totemo totemo
Totemo totemo daisuki yo
Darling
I like you darling
Ai ai ai ai
Ai ai ai ai
Ai ai ai ai
A i shi te ru
Darling I love you
Darling
Shashin ipai totane
Imasugu mitaiyo
Yuuyake no kaerimichi yotei henkou
Speed shashin ni yorimichi
Ichijikango desu [OK!]
Ato ichijikan drive
Gomen ne hontou wa
Mousukoshi ishoni itakatanda
Totemo totemo totemo totemo
Totemo totemo daisuki dakara
Darling
I like you darling
Zuto zuto zuto zuto
Zuto zuto soba ni itai
Darling
I love you darling
Hajimete tota shashin wa
Nandaka choto kusugutai
Demo kao ga niyakete kichau
Mousugu de saiyonara dane
Kyo wa ne sugoku ne muchakucha
Tanoshikata
Arigatou darling
Totemo totemo
Totemo totemo
Totemo totemo daisuki yo
Darling
I like you darling
Ai ai ai ai
Ai ai ai ai
Ai ai ai ai
A i shi te ru
Darling I love you
Darling
Zuto zuto zuto zuto
Zuto zuto soba ni ite
Darling I like you darling
Ai ai ai ai ai ai ai ai
Ai ai ai ai
A i shi te ru Darling
I love you darling

REPEAT Rendezvous; Jumpa Fans dengan Artis Ibukota April 7, 2008

Posted by triplefortune in Pribadi.
2 comments

Hari yang dijanjikan telah tiba.Setelah hampir setahun tidak berjumpa, para programmer (dan mantan programmer) yang mengalami run-time error kembali berkumpul di Ngayogyakarta Hadiningrat. Karena satu dan lain hal, hanya 5 orang saja yang dapat hadir, yaitu aku sendiri, Riza O.N.S., M.M. Zulfikar, Nafiani N.C. dan Citra Y.R.H.E.

Rencananya kami berkumpul di tempat parkir Grha Sabha Pramana UGM pukul 13.00. Aku berangkat dari rumah pukul 09.00 dengan mengendarai motor kesayangan, Honda Astrea Grand ’96 berpelat nomor AA 5089 GE (ini blog apa reportase sih…). Tak begitu lama, Yogakarta tercinta terhampar di depan mata.

Sewaktu tiba disana, masih pukul 11.00. Masih sekitar 2 jam lagi. Waktu luang itu kumanfaatkan di toko buku Toga Mas, di jalan Gejayan alias jalan Affandi, tempat nongkrongku dulu. Tempat itu tak banyak berubah. Penjaga toko juga masih orang yang sama…

Berhubung lagi punya rejeki, kubeli buku Ketika Tasbih Bercinta 2 karangan Habiburrahman El Shirazy. Buku ini seharusnya dijual dengan harga Rp 50.000,00. Mumpung ada diskon 30%, aku cukup membayar sekitar Rp 35.000,00. Hemat kan? Itulah yang aku cinta dari Yogakarta dan Toga Mas.

Pukul 12.00, aku beranjak pergi. Tujuan pertama: Masjid UNY, shalat dhuhur. Tempat ini juga tidak berubah. Tapi begitu aku menuju GSP, jalan yang biasanya kulalui di dalam kompleks UGM ditutup. Terpaksa aku lewat jalan lain yang lebih jauh.

Begitu sampai di bundaran UGM, hujan turun. Karena tidak memungkinkan untuk parkir di sebelah timur, aku parkir motorku di bagian bawah auditorium GSP. Di sini aman dari guyuran air hujan. Pukul 12.50, aku menunggu sambil makan roti yang kubeli di masjid UNY. Belum habis roti itu, sebuah Supra X dengan plat nomor berawalan K, kependekan dari Kudus, datang. Tidak salah lagi, orang Kudis itu, eh orang Kudus itu, Riza Oktavian Nugraha Suminto. Sekarang rambut peraih perunggu IOI di Kroasia itu gondrong, jauh berbeda saat masih berstatus sebagai penghuni TN, Tahanan Nusakambangan (ya enggak lah)…

Beberapa menit kemudian, ada dua orang mencurigakan berboncengan dan berhenti di depan Fakultas Ekonomi yang masih terlihat dari tempat kami memarkir motor. Ternyata mereka Opi dan FCKR (bukan nama sebenarnya). Sambil menunggu Citra yang pergi dengan KA, kami ngobrol-ngobrol sambil makan roti.

Dari stasiun, Citra naik Trans Yogya bersama temannya. Daripada lama menunggu, aku dan Ons menjemput mereka di halte Kopma UGM, jalan Kaliurang. Cukup lama kami menunggu, 15 menit lebih. Akhirnya orang Wonogiri itu tiba, dengan mengenakan kaos Repeat yang bergambar FCKR sedang ngiler di depan komputer…

Toast for Yoga!

Tujuan berikutnya, Pempek Ulu Bundar. Opi, Citra dan temannya berjalan kaki ke tempat yang tidak jauh itu. Kami semua memesan Kapal Selam, kecuali FCKR yang memesan Kapal Selam+Lenjer… Kami ngobrol ngalor-ngidul, mumpung punya kesempatan. Jadi ingat pertemuan kami sebelumnya, tapi waktu itu ada Fenny dan Demon, ditambah Dewi dan Liza. Waktu itu kami ditraktir Gudeg Wijil dekat alun-alun oleh Citra.

Smile!

Piss n Laugh

Stay cool…

Pukul 15.15, sudah waktunya pulang. Aku mohon pamit dan minta maaf karena tak bisa menemani jalan-jalan. Kalau sempat, aku ingin menengok Ana yang sedang mengikuti USM ITB di SMA TN (Taruma Negara?). Aku bergegas pulang, meski gas kugeber kuat-kuat, jarum speedometerku hampir tak pernah menembus angka 70 km/jam.

Sampai di TN, sudah pukul 17.00. Aku menghubungi Ana, meminta dia keluar ke jalan raya. Tak lama kemudian, makhluk obesit dengan jilbab pink muncul secara tiba-tiba. Karena waktu yang mendesak, tanpa banyak baso-basi dan nasi-basi, aku serahkan CD simulasi SPMB yang siapa tahu berguna untuk dia. Dan Pangeran Sabrang Lor kembali mengendarai motornya, menembus hujan, kabut, dan kegelapan, menuju utara.