jump to navigation

Diproteksi: Safari’s Pinata April 14, 2008

Posted by triplefortune in Uncategorized.
Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Unseen Farewell April 14, 2008

Posted by triplefortune in Uncategorized.
1 comment so far

Setelah dua minggu tak jumpa, akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan teman-teman di kelas 1-F. Tapi aku sangat berduka atas dua hal. Pertama, IP-ku pas-pasan, maklum, aku ini idiot dalam bidang IPS, tapi alhamdulillah termasuk kepala 3. Kedua, aku kehilangan 3 orang teman dari kelas ini, 2 orang laki-laki dan seorang perempuan. Hari ini mereka sudah tidak datang lagi.

Mereka harus pergi meninggalkan kampus ini. Penyebabnya, drop-out. Kata itu bagai mantra yang sangat ditakuti di STAN, apalagi bila komat-kamit dirapalkan oleh dosen bertampang Batak. Ada banyak alasan yang bisa menyebabkan mahasiswa STAN di-DO. Nilai akademis, absensi, tingkah laku, pakaian dalam, dan segudang faktor X dan XXX yang hanya diketahui dosen dan Tuhan, mungkin juga iblis, intinya hal ini di luar kuasa mahasiswa.

Oh, temanku, banyak yang tak sempat kukatakan. Aku ingin berusaha menghibur, tapi aku tahu perasaan kalian masih belum kuat menerima kenyataan pahit ini. Jika kalian membaca tulisanku ini, ketahuilah, banyak kenangan bersama kalian yang tak mungkin aku lupa.

Masih segar dalam ingatan, kenangan ketika Liga Pajak. Tiga orang ini hampir selalu datang. Kata-kata ‘slow, slow…’ yang khas selalu terucap oleh salah satu orang itu. Si dia juga suka lagu jadul sepertiku, bergolongan darah A pula. Kami pernah bekerja sama berdiskusi tentang Manajemen Cinta. Kenapa ia yang harus pergi?! Bagaimana jika aku butuh transfusi?!

Lalu satu orang lagi, teman sekelompok pajak. Dulu kami selalu mengerjakan tugas di kontrakannya. Dia juga orang yang paling ramai di kelas. Sekarang tanpanya kelas terasa sepi. Tidak ada sahutan yang membuat seisi kelas tertawa. Tidak ada dirinya juga merupakan satu kehilangan yang besar bagi tim sepakbola kelas kami. Siapa yang bisa menggantikannya?! Aku bahkan tak pantas menjadi ball boy (jangan sampai terjadi).

Yang terakhir, teman yang perempuan. Ia orang yang kalem. Misterius, tidak banyak yang aku tahu dari orang bermata sendu itu. Aku pernah sekali duduk di sebelahnya waktu mata kuliah Pengantar Perpajakan, saat itu aku lupa membawa kitab primbon pajak, kami benar-benar ketakutan setengah mati saat ditanya satu-persatu oleh Dr. Richie sampai tak bisa bicara (memang kami berdua pendiam)… Hari ini, teman kami, Desi, membacakan pesan dari gadis manis itu untuk kami, sambil menahan air mata “Kelas 1-F harus tetap selalu kompak.” OK, pesan itu akan kami ingat selalu.

Teman-teman, jangan terlalu bersedih hati, kita tak akan pernah tahu rencana Tuhan. Mungkin kita tak menyukai sesuatu yang diberikan-Nya, padahal sesungguhnya terdapat kebaikan dalam hal itu. Boleh jadi ini semacam blessing in disguise, insyaallah kalian akan mendapat tempat yang lebih baik.

Aku ingin kita bisa berjumpa lagi, walau sudah tidak sekelas. Buatku, perpisahan ini terlalu cepat. Teman-teman di 1-F sangat berarti. Hanya mereka yang bisa jadi tempatku bersandar di sini. Kehilangan 3 orang sudah cukup memberi dampak yang besar. Aku akan merindukan mereka. Maafkan semua kesalahanku yang bodoh ini ya. Aku yang tak pernah menjadi teman yang baik, selalu bodoh dan tak berguna. Andai waktu bisa kuulang lagi.

Dear my friends, things won’t ever be the same again. But you’ll always be here, in my heart. When you miss me, gaze the midnight northern sky. You’ll find me there, Ursa minor, with the bright northern star. This silly honey bear will always remember you wherever you are, always, always, always…

When destiny calls you, you must be strong…

I may not be with you, but you’ve got to hold on…

Ooh, tenggorokanku jadi sakit T_T, kenapa setiap kali aku sedih selalu begini… OK, aku akan melanjutkan perjuangan kalian! Lihatlah suatu saat, beruang madu ini akan menjadi abdi negara yang baik!