jump to navigation

Fitna; Fitnah terhadap Islam April 22, 2008

Posted by triplefortune in Penulisan.
Tags: , , , , ,
trackback

Fitna; Fitnah terhadap Islam

27 Maret 2008, dunia diguncang oleh rilis sebuah film anti-Islam berjudul Fitna. Film ini dibuat oleh anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, untuk menggambarkan dukungan Islam terhadap terorisme, universalisme Islam dan Islam di Belanda.

Wilders menggunakan kutipan dari ayat-ayat Al Quran disertai dengan cuplikan artikel surat kabar dan video yang mengindikasikan teror dalam Islam. Film berdurasi 15 menit ini berupaya menunjukkan bahwa Al Quran menghasut para Muslim untuk melakukan kekerasan dan anti-demokrasi.

In my humble opinion, film ini tak lebih dari sampah buatan orang yang tidak mengenal Islam. Perlu digarisbawahi, film ini adalah mengenai Islam dilihat dari sudut pandang Wilders. Jadi film ini tak dapat menggambarkan Islam yang sesungguhnya, justru membesar-besarkan miskonsepsi mengenai ajaran Islam.

Saudara-saudara, perlu kita ketahui, kata Islam berasal dari akar kata yang sama dengan kata salam, atau shalom dalam bahasa Ibrani, yang berarti perdamaian. Tidaklah benar bahwa Islam mengajarkan teror! Sayangnya tak sedikit orang yang tak memahaminya. Sejumlah orang mengatasnamakan Jihad untuk perbuatan jahat! Orang-orang ekstremis penganut garis keras semacam itu telah mencoreng nama Islam.

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

(Quran 2: 190)

Perlawanan dibolehkan terhadap orang-orang yang memusuhi Islam. Bukankah konsep ini sama dengan ajaran bela diri, dimana kekuatan diperbolehkan untuk melindungi diri dan orang-orang yang kita sayangi dari gangguan? Dan ditekankan oleh ayat di atas, jangan melampaui batas. Kebaikan hati tanpa kekuatan adalah kelemahan, sedangkan kekuatan tanpa kebaikan hati adalah kezaliman. Muslim yang disukai oleh Allah memiliki kekuatan diri disertai dengan kebaikan hati, tidak berat sebelah.

Terorisme adalah tindakan yang melampaui batas. Bagaimanapun bentuknya, membunuh orang sipil yang tak berdosa, apalagi wanita dan anak-anak adalah sangat bertentangan dengan ajaran perdamaian dalam Islam.

Ingatlah kisah tentang Sultan Saladin, penguasa Mesir dan Syria. Ia dikenal sebagai penakluk Yerusalem. Tapi ia tidak merebut kota itu dari tentara salib secara tirani. Ia justru memberi amnesti kepada penduduk kota yang beragama kristen, dan membiarkan mereka bebas, tidak seperti yang dilakukan oleh tentara salib dengan membantai warga Muslim Yerusalem pada tahun 1099. Sifat kesatrianya ini dikenang abadi baik di timur maupun di barat.

Sampai-sampai Kaisar Wilhelm II dari Jerman datang ke Syria, meletakkan karangan bunga di makam Saladin di Damaskus yang bertuliskan “Seorang kesatria, yang tak pernah mengenal takut atau menyalahkan orang lain, yang mengajarkan kepada musuhnya bagaimana bersikap layaknya kesatria sejati”.

Begitu pula Rasulullah. Di kota yang didirikannya, Madinah yang bercahaya, Muslim dan orang Yahudi hidup berdampingan, dengan adanya piagam Madinah yang berisi perjanjian perdamaian dan kerjasama. Rasulullah memperlakukan orang-orang Yahudi dengan baik, namun justru orang Yahudilah yang kemudian berbalik mengkhianati Islam.

Islam tidak mengajarkan antisemitisme! Orang-orang Yahudi yang tidak memusuhi Islam, di mata agama adalah orang-orang dhimmi yang harus dijaga haknya. Islam mengajarkan bahwa semua manusia adalah saudara, baik ia Muslim, Yahudi, Nasrani, Majusi dan lain sebagainya. Untuk apa kita membenci suatu bangsa? Semua manusia adalah keturunan Adam, walaupun berbeda bahasa, ras, dan agama.

Beberapa ayat-ayat Quran yang bersikap buruk terhadap Yahudi, tidak lain adalah karena kesesatan yang mereka lakukan di masa lampau. Bukankah dalam Perjanjian Lama, Tuhan juga menghukum bangsa Israel (baca: Yahudi) yang menyembah sapi emas di Sinai? Tiap orang akan menerima akibat perbuatan buruknya masing-masing, baik ia seorang Muslim, Nasrani, maupun Yahudi.

Secara pribadi, aku tidak membenci suatu bangsa atau pemeluk suatu agama. Aku tidak membenci kaum Yahudi, aku juga tidak membenarkan perbuatan antisemitisme dan holocaust. Tapi yang aku benci adalah zionisme. Kaum zionis merebut tempat tinggal orang-orang Palestina, membantai ribuan jiwa yang tak berdosa, meninggalkan kota-kota dalam keadaan rata dengan tanah. Bukankah itu tindakan yang sama kejamnya dengan holocaust? Bukankah zionis itu juga teroris? Jangan identikkan terorisme dengan Islam saja.

Nah, Wilders ini adalah seorang pro-zionis. Dalam 25 tahun terakhir, ia telah mengunjungi Israel lebih dari 40 kali, ia juga pernah menemui Ariel Sharon dan Ehud Olmert secara pribadi. Bahkan ia mengklaim memiliki koneksi erat dengan badan intelijen Israel, Mossad. Selama 8 tahun di parlemen Belanda, ia selalu mendukung Israel dan menyerang negara yang ia anggap musuh Israel. Bisa jadi ia hanya boneka zionis, dari sekian ribu tangan-tangan zionis lain yang mencengkram dunia.

Tidak lain dan tidak bukan, film Fitna ini dibuat atas dasar kebencian kepada Islam. Kebencian yang tak berdasar, yang bertujuan untuk memprovokasi Islamophobia. Bersatulah kaum Muslimin! Jumlah pemeluk Islam adalah 1,3 milyar jiwa. Jangan sampai film Fitna ini memecah belah kalian, menjadi fitnah bagi kaum Muslimin… Allahu akbar!

Komentar»

1. yesa - Oktober 29, 2008

ah..
kpn y,,antar berbagai agama bsa damai??
kyakny mrka sirik bgd ma islam..
wah..psti mereka iri tuh..
huff..