Kunjungan Pertama ke JPF Mei 3, 2008
Posted by triplefortune in Pribadi.Tags: Japan Foundation
add a comment

Sudah lama sekali aku ingin pergi ke Japan Foundation di Jalan Sudirman, kira-kira sejak kelas 3 SMP. Hari ini, impian yang dulu terasa abstrak itu akhirnya terwujud. Berhubung hari ini libur, kemarin aku berusaha menghubungi teman-teman yang sekiranya berminat. OK, Adib, teman sekelasku, seorang manusia Jawa berdialek Banyumasan, positif ikut.
Berikutnya kuhubungi si Cumi, Bang-Sat, Seagate, Erha, Tina, dan Dini. Sayang mereka semua berhalangan. Tapi Cumi dan Dini ngebet sekali untuk ikut pergi ke JPF di kesempatan lainnya. Oh well, setidaknya masih ada Adib, pikirku. Tapi aku terbukti salah, dini hari sebelum keberangkatan, Adib kirim SMS bahwa dia harus menjaga rumah karena familinya pergi ke Bandung (si Adib ini hidup menumpang sebagai parasit di rumah Pakdhenya, hehehe, becanda Dib!).
Ada dua pilihan sekarang. Pergi sendiri atau batal. Setelah lama menimbang, sampai bertapa mencari wangsit di WC segala, kuputuskan aku akan pergi! Soalnya aku juga ingin pergi ke Mangga Dua untuk mengklaim garansi memori yang sekarat. Kebetulan, tiga tahun lalu aku membeli PC di tempat ini.
Pukul 09.30, aku berangkat. Aku biasa pergi kemana-mana sendirian. Takut juga sih kalau-kalau diculik, tapi aku berusaha tidak menjamah wilayah Jakarta Barat yang rawan kriminal. Aku juga sudah berlatih memasang muka garang supaya tidak terlihat seperti sasaran empuk (muka garangku tetap saja cute)…
Setelah semua urusan di Harco Mangdu selesai, aku naik busway jurusan Kampung Melayu. Supaya tidak terlalu berdesakan, aku turun di Matraman, kemudian ke Dukuh Atas, baru menuju halte Gelora Bung Karno yang relatif dekat dengan gedung Sumitmas I tempat JPF berada.
Wah, keren tenan, pikirku. Gedung Sumitmas menjulang tinggi. JPF terletak di lantai 2-3. Agak membingungkan saat pertama kulihat, di pintu depan tergantung tulisan CLOSED (bukan CLOSET!). Setelah bertanya pada Satpam, ternyata hari Sabtu-Minggu harus lewat pintu belakang. Pak Satpam itu pun menunjukkan arahnya.
Seperti gedung perkantoran besar pada umumnya (sok tau, padahal baru pertama menapaki pencakar langit), pengunjung harus meninggalkan KTP, mengisi daftar kunjungan dan menerima ID-card yang harus dipasang di baju. Oh, gitu toh (alah, katro’ pisan)..
Di lantai 2, seorang perempuan muda tersenyum ramah, memberikan katalog Pameran Lukisan Kartun Asia yang sedang diadakan di sana. Aku mengisi daftar kunjungan, kemudian masuk ke ruang pameran. Wow, gambar karikatur yang dipajang cukup apik, lucu dan bermakna. Intinya, negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Jepang dan China mengalami perubahan secara ekonomik dan sosiokultural, hal ini mempengaruhi generasi muda zaman sekarang. Karikatur-karikatur tersebut menggambarkannya secara humoris.
Selesai melihat-lihat galeri, aku numpang membuang hasil kesenianku di toilet (art water, keren kan?). Keren! Toiletnya bersih dan wangi. Jadi pengen nginep di situ (lho?). Top markotop pisan! Begitu pula perpustakaannya, terlihat cozy, ada beberapa komputer dengan layar LCD berderet. Tapi waktu itu perpustakaan sudah ditutup, jadi aku cuma bisa menerawang dari luar T_T.
Karena waktu sudah mendesak, aku harus pulang. Oh, JPF, aku jatuh cinta… Daisuki nanda! Ano basho wa sugoi ne… Kawula remen sanget tumrap panggenan satunggal punika. I’ll be back, for sure!





