Ngecek Hotspot Mei 20, 2008
Posted by triplefortune in Pribadi.1 comment so far

Karena penasaran secepet apa koneksi internet di hotspot Cafe O La La Plaza Bintaro, aku mampir ke sana dan beli seporsi Chicken Pastry. Um… Lumayan lezat. Begitu pula koneksinya. Kecepatan aktual sekitar 30 kbps. Lumayan ni bisa buat download mp3…
One thing I hate from pastry, kulitnya yang renyah itu gampang sekali rontok. Dan kelihatannya sekarang mukaku belepotan saos… Ah, ga masalah, yang penting nikmati koneksinya.
Qing Shen Shen Yu Meng Meng Mei 20, 2008
Posted by triplefortune in Lirik.add a comment

Qing shen shen yu meng meng,
Duo shao lou tai yan yu zhong,
Ji de dang chu, ni nong wo nong,
Che ru liu shui ma ru long,
Jin guan kuang feng ping di qi,
Mei ren ru yu jian ru hong,
Qing shen shen yu meng meng,
Shi jie zhi zai ni yan zhong,
Xiang feng bu wan, wei he cong cong,
Shan shan shui shui ji wan zhong,
Yi qu gao ge qian heng lei,
Qing zai hui chang dang qi zhong,
Qing shen shen yu meng meng,
Tian di wu jin di wu qiong,
Gao lou wang duan, qing you du zhong,
Pan guo chun xia he qiu dong,
Pan lai pan qu pan bu jin,
Tian ya he chu shi gui hong
Tour de Zakarta Mei 20, 2008
Posted by triplefortune in Pribadi.add a comment
Hari ini tidak ada kuliah. Daripada bengong di kos, aku punya rencana buat jalan-jalan ke beberapa tempat di Zakarta. Tujuan pertama: Monas. Buat apa ke lingga-yoni raksasa ini? Kebetulan aku udah lama nggak mengunjungi tempat ini meski sering lewat. Kedua, Istiqlal-Katedral. Bukannya salat di Istiqlal lalu beribadah di Katedral, aku cuma mau melihat dua tempat ini dari dekat. Terakhir, Mangga Dua. Di Two Mangoes ini aku mau ngambil RAM yang baru diservis.
Karena udah bosan pergi kemana-mana sendiri, aku ngajak temen sekelas yang namanya Adiv (baca: Adib). Adiv ini adalah seorang manusia berlogat ngapak-ngapak dari Kebumen yang menumpang sebagai parasit di rumah Pakdhenya. Adiv setuju-setuju aja. Dia juga bosan di rumah karena dilarang main komputer.
Aku udah nyiapin minuman, cemilan, peta, petunjuk jalur busway, kompas, masker, goggle, night-vision dan lain sebagainya. Jam 8, kami ketemu di rel KA dekat Cipulir, tempat metromini S71 biasa ngendon. Perjalanan Pondok Aren-Blok M kurang lebih memakan waktu 30 menit. Setelah tiba di Blok M, kami naik busway menuju Monumen Nanas.
Turun di halte Monumen Nasional, ternyata pintu masuk Monas lebih sulit ditemukan dari yang aku kira. Di sebelah barat tempat kami berhenti, tidak ada pintu masuk. Kami berjalan ke arah selatan Monas. Akhirnya ketemu juga pintu itu.
Capek juga berjalan menuju Monas. Kami thawaf 7 kali. Hehehe, cuma becanda. Sekali aja kaki udah kerasa mau rontok. Kami bingung karena sekeliling Monas dipagari. DI MANA PINTU MASUKNYA?! Oh, ternyata ada terowongan di taman Monas… Tapi karena kami maunya gratisan, kami nggak jadi masuk dan cuma duduk-duduk di bench taman.
Tapi tetap ada hiburan gratis. Kami naik kereta keliling Monas. Entah dari mana, di belakang kami ada penumpang lain yang berdialek agak ngapak. Logat yang kurang jelas… Mungkin dari Cirebon atau Serang.
Setelah itu, kami melanjutkan misi menuju Istiqlal. Setelah capek jalan kaki, akhirnya kami menemukan pintu masuk yang ada di sebelah timur. Kami kongkow-kongkow sebentar. Katedral terlihat jelas dari situ. Lalu kami pun melanjutkan perjalanan, naik busway lagi ke Harmoni, pindah jalur Harmoni-Senen. Waktu di halte Senen ada suatu insiden. Adiv masuk duluan ke dalam bus, sebelum aku masuk si penjaga busway udah memberi isyarat untuk jalan. Yah… Bye-bye Adiv. Untung dia udah aku bilangin untuk turun di halte Pademangan.
Harco Mangga Dua tetap ramai seperti biasa. Tempat ini dipenuhi manusia dari berbagai etnis. Jawa, Sunda, Betawi, Tionghoa, dan Yaman (?). Tapi tidak terlihat satu pun manusia kaukasia, kecuali seorang cowok 1/16 Yaman bisa digolongkan sebagai orang kaukasoid.
Supaya tidak perlu melalui banyak halte transit waktu pulang, aku pikir lewat halte Stasiun Kota bakal lebih cepat. Jadi kami berdua jalan kaki lagi sejauh 2 kilo lebih. Ada hal yang baru di halte itu, untuk masuk, pengguna harus melalui terowongan di depan musium Mandiri. Lumayan keren juga…
Dan kami pun menuju rumah masing-masing…






