Trip to Two Mangoes Juli 8, 2008
Posted by triplefortune in Pribadi.Tags: KRL, Mangga Dua
trackback
Hari ini aku berangkat pagi buat kuliah Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Di jalan, aku baru inget kalo semalaman aku pake simcard M3, bukan Simpati yang biasa aku pake buat kirim-terima jarkom. Buat mastiin, aku telepon Vishnu, temen sekelas. Dia bilang semalam ada jarkom, kuliah pagi ini batal, kampret…
Aku nggak langsung pulang tapi mau nunggu di perpus dulu sampai jam 10 buat kuliah berikutnya. Menjelang jam 8, ada jarkom kalo kuliah hari itu batal semua. Sial!!! Tapi ga selang beberapa lama kemudian ada SMS dari temenku, ngajak ke Mangga Dua. OK lah, mumpung ada waktu, aku juga ga mau mati karena bosan di kos.
Kami berangkat naik KA. Yah, ini pertama kalinya aku naik KRL di Jakarta. Rencananya kami mau naik yang jurusan Stasiun Kota, tapi ga ada. Akhirnya diputuskan buat naik KA Ekspress Serpong-Manggarai dengan tarif Rp 8.000,-.
Ternyata KA ini cepet dan nyaman. Sekitar setengah jam kami udah sampai di Manggarai. Kalo naik Busway mah, bisa sampe 1,5 jam. Hemat waktu deh. Dari Manggarai, kami naik KA ekonomi ke Kota, cuma dengan Rp 1.000,- doang! Luar biasa murah, tapi berdiri dan berdesak-desakan.
Kami turun di stasiun Jayakarta. Mangga Dua Mal cuma beberapa ratus meter dari situ. This place doesn’t change, ever since 5 months ago. Aku masih ingat jelas waktu aku beli laptopku, belahan jiwaku di sana. The price constantly drops and drops… Yang penting lappie ini udah memberi banyak manfaat dan hiburan buat jiwaku yang selalu kesepian.
Setelah temenku dapat yang dia mau, kami ngeliat-liat DVD bajakan. Sungguh menggiurkan, sekeping DVD dijual seharga Rp 5.000,-. Jauh lebih murah dibanding nonton di bioskop, dan hampir setara dengan ngerental VCD originalnya. I know it’s wrong, but I couldn’t help buying one or two.
Kami naik Busway ke Blok M, untung tarifnya belum naik. Sebelum pulang, di Plaza Blok M, kami makan di Hoka Hoka Bento. Ini juga pertama kalinya aku makan di sana. Menu pertamaku, Ebi Soosu, udang dengan saus gurih. Well, actually it’s not so delicious for my tongue, but it’s the way Japanese foods should taste like. Sehabis itu kami juga menikmati ice cream cone di KFC. Enak, but it melted faster than it’s supposed to be.
Kami pun pulang dengan aman dan damai. Buatku, ini perjalanan yang menyenangkan banget, karena kali ini ada yang nemenin. Biasanya aku keliling Jakarta sendirian. Ya, sendirian! Sometimes it’s boring, but nobody I can count on. Beberapa kali rencana pergi bareng temen gagal, aku jadi agak trauma. Tapi perjalanan ini seakan menyembuhkan luka batin itu. Thank God for this nice trip.






Komentar»
No comments yet — be the first.