Lirih Oktober 14, 2008
Posted by triplefortune in Lirik.Tags: Chrisye
add a comment

Kini tlah kusadari
Dirimu tlah jauh dari sisi
Ku tau tak mungkin kembali kuraih
Semua hanya mimpi
Ingin ku coba lagi
Mengulang yang telah terjadi
Tetapi semua sudah tak berarti
Kau tinggal pergi
Reff
Adakah kau mengerti kasih
Rindu hati ini
Tanpa kau disisi
Mungkin kah kau percaya kasih
Bahwa diri ini
Ingin memiliki lagi
Kusadari kembali
Ternyata semua khayal diri
Kini ku tau tak mungkin ada waktu
Untuk mencintaimu lagi
Back to Reff
Mungkinkah kau percaya kasih
Bahwa diri ini
Ingin memiliki lagi
Mungkinkah kau percaya kasih
Bahwa diri ini
Ingin memiliki lagi
Tour de Voordjo Oktober 7, 2008
Posted by triplefortune in Pribadi.Tags: Purworejo
add a comment
Purworejo adalah kota tertua kedua di Jawa Tengah. Kabupaten ini sudah berumur lebih dari 1.100 tahun. Jauh lebih lama daripada tanah airku, Temanggung, yang bahkan belum mencapai 200 tahun. Apa yang penting dari kota itu buatku? TIDAK ADA. Hehehe ^_^’.
Kota tua itu adalah kampung halaman teman dekatku, kita sebut saja F.P. Kami adalah bespren yang bersama-sama berjuang membela Jawa Tengah dalam ajang Olimpiade Sains Nasional. Dia akhirnya meraih perak di OSN VI Surabaya, sementara aku… cuma medali tembaga (emang ada ya?). Begitulah nasib, at last she surpassed me, her ex-teacher.
Biasanya aku pergi ke Purworejo naik bis. Tapi setelah kupikir-pikir, mendingan naik motor aja kali ya. Soalnya kalo ngebis, butuh waktu tiga jam dan ongkos yang tidak sedikit (ongkos bis sering naik dengan tak terduga). Terlebih lagi, aku benci bau bis, campuran aroma rokok dan bensin (asal ga nyampur tembakau sama bensin terus disulut dalem bis).
Cukup nekat juga sih… Soalnya motor Astrea Grandku ni bermasalah dengan lampu rem dan lampu sorot. Maklum lah, motor tua. Setelah tur ke Semarang, akinya aja tekor. Tadinya aku mau pinjem motor Bokap aja, Supra X yang masih muda belia.
Aku : Pak, boleh pinjem motornya ga? *muka memelas*
Bokap : Eh, pake motor kamu aja. Motor yang baru rada ga enak dipake, olinya rada ga bagus.
Aku : Tapi kan… Lampu rem motor saya mati… *beggar-mode on*
Bokap : Sama aja… Motor barunya juga baru aja rusak lampu remnya… *doengggg….*
Yasudlah. Lagian lampu rem aja ga terlalu penting. Kemungkinan terburuk: diserempet dari belakang sama kendaraan yang ngebut.
Aku berangkat pukul 08.00. Di jalan sih ga ngebut-ngebut, nyante aja. Aku tau kok, batas kecepatan maksimal dalam kota 50 km/jam dan luar kota 80 km/jam. Aku sendiri jarang naik motor lebih dari 70 km/jam. Pengendara motor teladan gitu loh…
Kahanan wonten ing margi sapunika radi sepen. Antawis Magelang-Purworejo langka bis ingkang katingal. Kula boten sumerep truk utawi turangga ageng sanesipun. Panci margi Magelang-Purworejo punika boten patosna rame. Ananging wonten caket Purworejo, marginipun radi menggak-menggok minggah-mandhap. Kula kedhah ngatos-atos supados boten selip utawi medal saking jalur.
Eladalah… Begitulah kalo alter egoku sedang kumat. Bicara bahasa planet yang ga jelas… Meski itu bahasa Jawa, pengguna bahasa Jawa asli mungkin bakal ngerasa ribet. Bahasa Jawaku secara teori sangat amat bagus sekali. Tapi karena hampir ga pernah ngomong Jawa, sering banyak yang ngira kalo aku ga bisa bahasa Jawa. Apalagi kalo digabungkan dengan hipotesis bahwa Yoga ini orang Arab…
Pukul 10.15 aku sampai di rumah F.P. di daerah Brengkelan. Ibu dan neneknya menyambut dengan ramah. Ternyata si F.P. lagi tidur… Dia kecapekan habis belajar fisika, membaca buku setebal bantai. Maklum, dia anak STEI ITB yang dibanjiri quiz dan praktikum.
Setelah dia siuman, kami ngobrol tentang apa-yang-diobrolkan-teman-lama-waktu-ketemu. Kehidupan akademis lah, romantika lah, Tim Olimpiade Komputer Indonesia lah, blah blah blah. Si F.P. ini baru diminta buat jadi pengawas waktu Pelatnas TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia). Senengnya punya temen orang penting ^_^…
Wonten kathah piyantun-piyantun ingkang pikantuk medali OSN kuliah wonten ing STEI ITB. Piyantun-piyantun punika asalipun saking panggenan ingkang benten-benten. Wonten ingkang saking Jakarta, Bandung, Riau, Purworejo, lan sakpiturute. Sagedipun tepang inggih punika amargi sami-sami ndherek Olimpiade Sains Nasional. Menawi kala rumiyin sami saingan mbela provinsinipun piyambak, sapunika tiyang-tiyang punika gadhah satunggal tujuan ingkang sami, inggih punika mbela negara. Pramila piyambakipun sami ndherek ngrewangi ngelatih wonten ing Pelatihan Nasional kagem mbina lan nyeleksi piyantun berbakat ingkang badhe direkrut dados Tim Olimpiade Komputer Indonesia ingkang makili Indonesia wonten ing kancah internasional.
Berhubung F.P. punya tugas presentasi yang harus dicari referensinya, kami pergi ke warnet. Aku ngeboncengin dia di jalanan Purworejo yang sama sekali ga aku kenal. Vivere peri colosso. Kami berhenti di sebuah warnet yang cukup cozy. Diputuskan bahwa yang akan dia presentasikan adalah narwhal. Apa itu? Nanti bakal kujelasin lebih lanjut di posting lain.
Sehabis puas browsing, kami mencari tempat makan. Menu kami siang itu… SATE KAMBING. Udah lama sekali ga makan penambah tekanan darah itu. Kebetulan juga, soalnya aku menderita hipotensi *untung bukan impotensi
*. Kami pesan dua porsi sate kambing (tentu aja masing-masing satu). Di meja, ada satu cawan yang isinya keliatan kayak kecap. Aku ambil 2-3 sendok makan, kutuangin ke atas nasi. Sementara itu, F.P. ambil 6 sendok.
Tebak Gambar: Identitas Superhero harus selalu dijaga kerahasiaannya
Ternyata itu… Sambel kecap mahapedas T_T… Aku kepedesan… Dengan lidah membara segera kulahap nasinya. Si F.P. tentu aja lebih parah lagi, dia udah kayak naga yang mau nyemburin napas api. Kasihan banget… Pas di parkiran aja dia meludah, membuang semua substansi pedas bersama dengan salivanya.
Kami pun pulang untuk meneguk air sebanyak-banyaknya. Kasihan banget si F.P. Kasihan juga buat si Popo yang masih dalam kandungannya :p… Mungkin untuk jangka waktu beberapa hari dia harus selalu siap sedia diapet ^_^’.
Pukul 14.30 aku pamitan pulang. Sungguh senang bisa ketemu teman lama. Mungkin suatu saat, kami bakal ketemu lagi di Bandung…
Sungkeman Röckahölicz Oktober 5, 2008
Posted by triplefortune in Pribadi.Tags: Rockaholicz
2 comments
Sudah merupakan tradisi bagi masyarakat Indonesia untuk bersilaturahmi pada bulan Syawal, khususnya orang Jawa (dengan semangat mangan ora mangan asal kumpul kebo). Di momen ini orang-orang saling bermaaf-maafan, dan menjamu tamu dengan penganan yang bertebaran. Momen ini sangat tepat untuk menggemukkan diri memanen kue dan angpao (eh, kalo amplopnya putih namanya baipao dong), serta berjabat tangan dengan perawan. Seorang teman di Jakarta (yang ga mudik) kirim SMS:
keren bgd trnyta panen jauh lbh byk drpd yg q duga insya Allah aq mudik mnuju fitrah gmn ma km ud mgang tngan brp perawan? =P
Yah, lebaran tidak selalu begitu. Tapi itulah gambaran umum suasana di awal bulan Syawal. Mudik, sungkeman, penganan, halal bi halal. Bulan Syawal di Jawa tidak akan jauh-jauh dari ritual itu.
Untuk melestarikan budaya Jawa, aku dan teman-teman eks-kelas IPA 4 hari ini berkunjung ke rumah guru-guru SMA Negeri 1 Temanggung. Rencananya kami berkumpul di depan SMA, pukul 9.00 WIB (Waktu Insyaallah Bergeser). Sesuai dengan zona waktunya, kami baru berkumpul pukul 10.00. Itu pun tidak semua anak, hanya 10 orang saja yang bisa hadir, sisanya berhalangan karena satu dan lain hal. 10 anak-anak yang terpilih itu adalah aku, Rinto, Andre, Febi, Irene, Desi, Hana, Fitri, Wiwi dan Dian Nisa Dennyza.
Dengan mengendarai motor, kami beriringan menuju rumah Ibu Naringsih yang kebetulan paling dekat dengan SMA. Beliau adalah wali kelas kami sewaktu kelas XII. Ibu Naringsih ini mengajar matematika dengan penuh kesabaran dan kelembutan. Berkat didikan beliau, kami berhasil mengatasi ujian nasional matematika dengan mulus. Tidak terbayang tanpa adanya beliau, sebelumnya aku tuh pelanggan remidi matematika (kebayang ga sih, satu bab remidi tiga kali). Thanks to her, my life’s saved once.
Tujuan kedua, kediaman Bapak Mey Suyanto yang juga tidak jauh dari situ. Beliau mengajar fisika. As a matter of fact, kami adalah satu-satunya kelas yang pernah diajar beliau selama dua tahun. Pak Mey ini benar-benar bisa mengejawantahkan apa yang disebut Yohanes Surya dengan Fisika-itu-asyik. Yup, betul sekali, fisika itu asyik, kalau kita bisa… Pelajaran Pak Mey adalah pelajaran yang paling asyik. Praktikum tidak pernah membosankan. Presentasi pun menyenangkan. Puncaknya adalah event tahunan yang disebut dengan FSF (Festival Seni Fisika). Jika diceritakan panjang lebar, semua detil dapat menghabiskan spasi harddisk beberapa ratus terabyte dan menyedot bandwidth internet seluruh Indonesia. Tapi intinya adalah satu kata: asyik.
Pak Mey dan tamu-tamu nan rupawan
Selain Bu Naringsih dan Pak Mey, kami juga bertandang ke kediaman Pak D.G.B. Irawan, Pak Isa, Pak Faizun, Pak Tatang, dan Bu Yanti. Sayangnya ada guru yang sedang tidak berada di rumah, seperti Bu Gati, Bu Ning Esti, Pak Ponco, dan Bu Tirah.
Seperti biasa, setiap kali berkunjung, kami menyempatkan diri untuk bernarsis ria. Maklum lah, momen ini hanya setahun sekali dan kami jarang bisa berkumpul bersama. Selalu saja ada Hambatan, Tantangan, Ancaman, dan Gangguan (HTAG) yang menanti.
Rinto dan Idolanya, Mr. Two Functions Dwi Guna Bambang Irawan
Setelah setahun lebih berpisah, ternyata kelakuan anak-anak Rockaholicz ini tidak banyak berubah. Rinto sebagai frontman tetap saja bertingkah tidak jelas seperti dahulu kala. Andre tetap business-minded. Febi masih mencintai matematika hingga mengejarnya ke Irian Iran. Para perempewi tetaplah narsis, terutama Desi yang sok cantik. Sementara aku masih diam-diam terhanyut menghanyutkan.
Don’t try this at home! Rinto the blood-sucker!
Bersama Bu Yanti
Ka-ki: aku, Febi, Iyin, Andre, Pak Faizun, Desi, Hana, Pity, Dennyz, Wiwi
Meski kami sudah meninggalkan SMA, ternyata jejak kami tidaklah menghilang begitu saja. Terima kasih kepada Pak Mey yang masih memutar film dan menunjukkan foto-foto kami kepada generasi baru SMA 1 Temanggung. Sebagai kelinci percobaan rintisan proyek SBI, banyak hal yang membuat kami kompak. Eksperimen terhadap kami dengan berbagai variabelnya menimbulkan perasaan senasib sepenanggungan. Apalagi kami belajar bersama selama 2,5 tahun.
Bersama teman-teman membuat aku mengingat masa muda yang penuh dengan dinamika dan remidi matematika. Saat-saat belajar, ulangan, nyontek berjamaah yang ketahuan, dan lain lain. Aku masih ingat saat kami nongkrong di pinggir lapangan voli sambil memetik buah talok (kersen). Masih banyak kenangan lain.
Sekarang dan sampai kapanpun, semoga Rockaholicz tetap kompak, walau kelak sudah punya anak, atau sudah jadi kaken-ninen. Jika suatu hari sudah memetik buah usaha di waktu muda, tetaplah ingat hari itu. Hari saat kita bukan apa-apa, tanpa guru-guru yang mendidik dan membimbing dengan sepenuh jiwa.












