1-F Re-gathering November 1, 2008
Posted by triplefortune in Pribadi.Tags: 1-F Administrasi Perpajakan, KFC, nostalgia, STAN
4 comments
Di sore yang cerah ini, 1-F Administrasi Perpajakan 2007/2008 berkumpul kembali sejenak. Sudah dua bulan lamanya sejak kami berpisah ranjang kandang. Di semester III ini kami berpencar ke segala penjuru, dari 2-A hingga 2-G. Walau sudah berpisah, keterikatan dan kerinduan kami sangat kuat, bagai ikan salmon yang merindukan tempat kelahirannya di hulu.
Agenda kami sore ini adalah makan bersama di Bintaro Plaza. Ada sejumlah uang kas kelas yang masih tersisa. Jumlah ini cukup untuk makan bersama di Kentucky Fried Kitchen Chicken. Adalah inisiatif dari bendahara kelas, Fitria Ratna Wardika, untuk menggelar acara ini.
Menurut pesan berantai yang dikirim oleh Saudara Wisnu Wibowo, kami seharusnya berkumpul di taman CD (Calana Djero) pukul 16.00. Akan tetapi, saudara-saudara, tahulah Anda kebiasaan orang Indonesia. Aku sendiri, yang memperoleh award paling on-time di kelas, baru tiba pukul 16.15. Bukan niatku datang terlambat, tetapi aku sedang ada job: menjadi konsultan fashion.
Seorang teman dengan fashion awareness yang tinggi meminta pendapat tentang pakaian yang akan dikenakannya. Aku mengamatinya dengan mata seorang Ivan Gunawan dan insting seorang Robby Tumewu, kemudian memberi sepatah petuah. Akhirnya setelah mencoba beberapa lusin pakaian, ia putuskan satu pakaian yang klop. Pakaian dengan corak yang sesuai dengan semerbak aroma Camellia sinensis yang dipancarkannya. Lega rasanya, aku sudah menunggu selama 45 menit. Kami pun bergegas menuju taman Calana Djero.
Setelah hampir 30 menit menunggu, berkumpulah 24 manusia, pria-wanita, tua-muda, besar-kecil, ganteng-cantik, dan sebagainya. Delapan orang tidak dapat datang karena berbagai alasan. Demikian pula dengan Bapak Bonarsius Sipayung, dosen favorit kami, yang kami undang. Beliau sedang ada keperluan yang urgent.
1-F (1-Fotogenik), foto di musim gugur
Seperti biasa, sebelum berangkat kami menunjukkan kenarsisan masing-masing di depan kamera. Untuk urusan foto-foto, 1-F jagonya! Tiada momen penting tanpa kilatan cahaya blitz di hadapan kami. Secara, kami juga ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Banyak di antara kami didiagnosis menderita narcissistic personality disorder. Terutama cowok pemenang award paling narsis di kelas, definitely not me, yang juga dianugerahi gelar lelaki tertampan di jagad Kurawa versi koran Kompos (nama sengaja dirahasiakan).
Yah, bisa dibilang, cewek 1-F itu berkisar dari grade B hingga grade A *ceile, udah belajar grading dan sorting ni…*. Kontras sekali dengan kelas 2-B, di mana aku belajar kini, rata-rata grade C T_T… Buyar sudah semboyan Trias Hedonica, “Gold, Glory, Girl” yang aku canangkan. Aku tak bisa memperoleh sejumput gadis muda beraroma azalea secantik bidadari nirwana.
Kami berangkat ke KFC Bintaro Plaza dengan naik angkot D09. Setibanya di sana, kami berkumpul bagai anak-anak kelaparan. Mata jalang memandang ke seluruh penjuru. Jah, berlebihan sekali… Kami naik ke lantai 2 di mana KFC berada. Sang bendahara mengurusi transaksi keuangan ini dengan teliti dan cekatan, menerapkan prinsip-prinsip perpajakan dan akuntansi yang telah ia pelajari. Transaksi kali ini dicatat dengan stelsel kas, bermetode First-In First-Out.
OK, semua anak sudah mendapat bagiannya. Kami pun berdoa sebelum janabat makan. Itadakimasu!!! Kelas 1-F yang ramai ini pun hening di saat makan. Of course we didn’t wanna choke our pharynx ourselves.
Sehabis makan, foto-foto lagi! Kami memperoleh energi kenarsisan lagi. Mata yang tadinya terpicing malas kini terbuka lebar, memancarkan rona yang sama dengan rona mata Narcissus, sang putra Leirope, yang terpesona memandang pantulan wajahnya sendiri di empang Kalimongso.
Me, the boy in vest
Hi-grade gals…
Mafioso dan Mafiosa 1-F
Sehabis makan di KFC, kami mencicipi sejumput Ice Cream Cone McD. Murah memang, dan meleleh lebih cepat daripada kecepatan rotasi bumi… Sembari menikmati es krim itu, kami mentransfer foto-foto melalui gigi biru telepon genggam masing-masing. Hebatnya teknologi, foto-foto itu bisa beralih melalui radio frequency yang tak tertangkap indra manusia, tak nampak oleh mata, tak tercium oleh hidung, dan tak terdengar oleh telinga.
Pukul 18.00, tiba waktu Maghrib, kami sudah waktunya pulang. Di depan BP, aku sempat membeli otak-otak yang maknyuss *menirukan ekspresi Bondan Prakoso*. Jah, ternyata teman-teman sudah menunggu di dalam angkot dan memanggil-manggil… OK, I’m coming!!!
Sungguh menyenangkan sekali sore ini, bisa berkumpul bersama teman-teman tercinta. Walaupun sudah berpisah, semoga kekompakan dan keakraban 1-F selalu terjalin. Kapanpun, di manapun, walau sudah bukan mahasiswa STAN lagi, ingatlah saat-saat ini…









