Yoga Prabowo the Frog Prince Juli 16, 2009
Posted by triplefortune in Pribadi.Tags: Harry Potter and the Half-Blood Prince, HP6
trackback
Aku pernah punya sebuah impian, menonton sebuah film bersama kawan-kawan. And now it comes true. Serasa seperti Deja vu. Apakah kalian juga pernah merasa seperti itu?
Harry Potter and the Half-Blood Prince, itulah film yang sudah aku tunggu sekian lama. Hari ini film itu ditayangkan di layar perak 21. Tak mau kehabisan tiket, aku segera menuju ke 21 Bintaro Plaza begitu ada waktu. Wow, beberapa lusin manusia sudah berjejalan di depan pintu masuk yang tak seberapa besar itu.
Actually, this is not in the master plan. Seharusnya ‘atasan kecil‘ dari markas besar CNI (I thought you knew it) di Langley yang datang membelinya. Tapi begitu insting intelku mendapat info bahwa 21 sudah dikerumuni pembeli tiket, aku langsung meluncur ke TKP
.
Kurang lebih setengah jam berdiri mengantre, pintu pun dibuka. Aku tergencet tubuh-tubuh tak dikenal yang tanpa belas kasih membanjiri karpet merah depan loket. Fortunately, I’m a big-framed guy though not-really-tough. Orang-orang barbar itu memborong tiket Harry Potter seperti tiket di Timezone. Banyak di antara mereka membeli satu rim selusin tiket atau mungkin lebih.
Saat ‘atasan’ datang, aku sudah tepat di depan counter
. 4 tiket pun dibeli untuk 4 orang tim inti nobar kami… Yippee! Saat-saat yang sudah aku mimpikan pun akhirnya segera tiba. Pukul 18.25, kami duduk manis di seat D12-D15. Karya besar itu pun diputar…
Dengan efek yang luar biasa, film ini memukau penonton dengan akting prima. Jim Broadbent memerankan Professor Slughorn dengan sempurna. Tom Riddle-Tom Riddle muda juga lumayan, walau aku lebih suka pemeran Tom Riddle muda di Harry Potter and the Campur Sari Chamber of Secret. Five thumbs up deh pokona.
You know, the sad part of a dream-come-true is what you’re gonna do once it ends . Aku senang bisa menonton bersama teman-teman, berbagi antusiasme ketika film diputar. Tapi ketika film berakhir, aku bertanya, akankah kesempatan yang sama kembali lagi. Best friend is God’s greatest gift. I don’t want to lose these moments, perhaps I’m too selfish for not wanting to let them go, but part of my soul belongs to them. Tapi hidup terus berjalan. And I will show you a magic, true friends can grow together inspite of being apart
. Terima kasih sudah memberi warna dalam hidupku, kawan.







kau akan merindukan masa2 itu kelak.. apalagi kalo penempatannya pad jauh2 tu.. Nikmati kebersamaan itu selagi bisa