jump to navigation

Kotagede, Town of Silver September 13, 2009

Posted by triplefortune in Pribadi.
trackback

Yeah, libur telah tiba… Saatnya untuk berjalan-jalan keliling Jateng-DIY. Pemberhentian pertamaku di liburan ini adalah Yogyakarta, kota pusat budaya Jawa. Bersama dengan kakakku, kami berkunjung ke beberapa place-of-interest di Yogya dengan mengendarai sepeda motor. Salah satu tempat yang ingin kami kunjungi adalah Kotagede. Kotagede awalnya adalah ibukota Kerajaan Mataram Islam, namun kemudian ibukota itu dipindahkan seiring dengan pecahnya Mataram menjadi Surakarta dan Yogyakarta. Kini tempat ini menjadi sebuah kecamatan di Kota Yogyakarta yang termasyhur sebagai sentra dari kerajinan perak.

Rute

Rute Malioboro-Kotagede yang kami tempuh

Meskipun kakakku sudah cukup lama tinggal di Yogya, ternyata dia belum pernah ke Kotagede sendiri ^_^’. Berbekal papan petunjuk jalan, peta, petunjuk arah dari Google Maps, dan sedikit petunjuk dari sepupu, akhirnya kami menemukan di mana Kotagede berada… Lokasinya tidak begitu jauh dari Malioboro, kurang lebih 15 menit dari sana. Begitu masuk wilayah Kotagede, kita dapat menjumpai lusinan toko dan galeri yang menjual hasil kerajinan perak berupa gelang, kalung, anting-anting, cincin, bros, dan aneka miniatur-miniatur.

Para perajin perak yang sedang berkarya

Pertamanya kami singgah di galeri perak yang cukup besar. Memang indah produk-produk yang dipajang di situ. Tapi sayangnya mereka tidak terjangkau oleh kantong mahasiswa kami T_T… Sepupu kami pun memberitahu bahwa ada sebuah galeri dekat Pasar Legi Kotagede yang selalu memberi diskon padanya. Kami pun segera mencari tempat itu, Ansor Silver namanya.

Aneka produk Ansor Silver

Ternyata Ansor Silver tidak begitu sulit untuk dicari. Setelah memarkir motor, kami dipersilahkan masuk oleh satpam yang ramah. Aneka kerajinan perak terpampang di etalase. Kami segera mencari bagian bros. Penjaga yang ramah pun melayani kami dengan baik. Setelah melihat dan memilih-milih beberapa bros, kami akhirnya membeli sebuah bros bunga. Harga di display itu masih dipotong diskon 10%.  Sang penjaga membungkus barang yang kami beli dalam kotak bermotif batik dengan rapi, terima kasih :D .

Mari kita beli produk-produk kerajinan dalam negeri, hehehe :) .

Komentar»

1. dida - September 13, 2009

baru sekali ke jogja… langsung suka sama kotanya. jadi pengen kesana lagi T_T

triplefortune - September 13, 2009

hehe, “Yogakarta” itu Never Ending Asia ;) . kalo ke sana lagi, mampir aja ke rumahku *padahal jaraknya 2 jam dari situ*, hehe.

aku pengen penempatan di Yogya kalo bisa… ah, tapi prestasi menentukan posisi (-_-’)…