jump to navigation

Recounting Repeat

BEGIN
Saudara-saudara Indonesia yang super… Seorang Repeat generasi ketiga meminta saya untuk menceritakan kembali sejarah dari wadah Tim Olimpiade Komputer Jawa Tengah ini, dengan saya senang hati akan mendongengkan kisah Repeat sejak lahir hingga masa puber.

Procedure Genesis;
Begin

Suatu hari di bulan Mei 2006, ratusan siswa SMA dari seluruh penjuru Jawa Tengah diundang ke Universitas Dian Nuswantoro Semarang untuk mengikuti tes intelegensi yang diadakan oleh Departemen Pendidikan Jawa Tengah. Siswa-siswa tersebut adalah juara Olimpiade Sains Kabupaten yang telah dilaksanakan beberapa minggu sebelumnya. Mereka diseleksi untuk mengikuti pelatihan intensif menjelang Olimpiade Sains Nasional V, dengan Jawa Tengah sebagai tuan rumah.
Tidak selang berapa lama, hasil tes tersebut diberitahukan kepada masing-masing SMA. Siswa-siswa yang terpilih diundang untuk tinggal di asrama LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) di Srondol, Semarang selama 3 minggu. Untuk setiap bidang olimpiade, diambil 30 siswa untuk dibina.
End;

Procedure First_Encounter;
Begin

Hari Minggu, tanggal 15 Mei 2006, tibalah 30 anak-anak yang terpilih itu di LPMP. Mereka datang dari delapan penjuru mata angin, dari hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Selain 30 siswa itu, ada tiga orang tamu istimewa dari SMA Taruna Nusantara Magelang yang memperoleh wildcard untuk mengikuti pelatihan ini.
Malam harinya, upacara pembukaan digelar di aula. Di sinilah mereka pertama berjumpa dengan sang pengajar yang legendaris, Ibu Vivian Eng Yennylawati. Kesan pertama begitu menggoda… Berikutnya… Repeaters pasti tahu sendiri ^_^…
Pagi hari berikutnya, pelatihan pertama diadakan di laboratorium komputer LPMP. One PC per trainee. Di sinilah cobaan pertama datang. Pengajar komputer yang tercinta, Ibu Yenny, menunjukkan taring dan cakarnya dalam melatih siswa-siswa itu.
End;

Procedure First_Assignment;
Begin

“Coba kalian bikin sebuah program yang menampilkan hitungan mundur dari 20 hingga 0 secara berulang-ulang hingga pengguna menekan sembarang tombol!” demikian Bu Yenny bersabda. Semua mata terpana… Mereka belum dibekali keterampilan pemrograman, tapi sudah langsung dibombardir penugasan.
Namun tiada yang angkat bicara. Karisma Bu Yenny membuat semua peserta tersihir dan mematuhi segala perintahnya. Yah, meski begitu banyak dari mereka mengerjakan dengan penerawangan gaib atau bertapa dahulu mencari wangsit.
Meskipun kebanyakan masih awam programming, ternyata ada 10 orang yang berhasil mengerjakan tugas itu. Nah, sejak saat inilah Bu Yenny membagi mereka menjadi Kelompok Belajar, yaitu mereka yang tidak bisa mengerjakan, dan Non-Kelompok Belajar, yaitu mereka yang baik secara sadarkan diri maupun tidak, bisa menyelesaikan tugas pertama dengan baik.
Pelatihan ini berjalan selama seharian, mulai dari pukul 8 pagi hingga sepuluh malam, diselingi dengan MCK dan Ishoma. Tugas-tugas yang menanti tidak pernah lebih mudah dari sebelumnya. Demikianlah keseharian mereka hingga muka mereka bertransformasi menjadi mirip-monitor.
End;

Function Bond_and_Birth : Repeat;
Begin

Hari demi hari mereka lalui bersama. Rasa kebersamaan dan perasaan senasib sepenanggungan membuat mereka menjadi tim olimpiade terkompak yang pernah ada, dibandingkan dengan tim olimpiade bidang lainnya. Berbagai hal mereka jalani bersama, belajar, makan, tidur (perlu kita definisikan arti dari tidur bersama), shopping di ADA Swalayan, jalan-jalan, dan lain-lain.

Makan bersama


Belajar bersama


Rekonstruksi Kanibalisme oleh Sugeng H.F. (Sumanto Jr.) dan Ferry S.


Makhluk langka: Lelembut

Suatu hari, setelah mengingat dan menimbang, diputuskanlah bahwa akan dibentuk kepanitiaan untuk menentukan nama, mendesain lambang dan kaos, serta membuat forum internet untuk wadah kegiatan mereka.
Setelah Saudara Theo Pradikta c.s. bertapa tujuh hari tujuh malam, tim penyusun nama mengusulkan sebuah nama nan indah. Run-timed Error Programmer of Algorithm yang disingkat menjadi Repeat. Usulan itu disetujui dengan mufakat bulat. Sejak saat itulah, 33 anak yang terpilih itu menyebut dirinya dengan Repeat.
Tidak lama kemudian, Saudara M.M. Zulfikar c.s. memamerkan logo Repeat buatan mereka. Sebuah gambar orang yang nyaris tidur sambil ngiler saat membuka compiler. Disinyalir bahwa model logo itu adalah Saudara ZL-FCKR sendiri.

Logo Repeat


Kanan: inspirator logo Repeat, ZL-FCKR. Kiri: Rusydi Hasan dari tim forum
End;

Procedure Farewell;
Begin

Tiga minggu lebih tiga hari, tepatnya tanggal 6 Juni 2006 (6-6-6), itulah malam perpisahan Repeat. Tidak terasa, waktu berjalan dengan cepat. Kebersamaan Repeat akan segera usai.

Detik-detik menjelang perpisahan, tengah: Bu Yenny

Sebagaimana pembukaan, malam perpisahan juga dilaksanakan di aula. Siangnya, kami berlatih untuk tampil menyanyikan lagu perpisahan. ZL-FCKR dan Gusma menjadi gitaris Repeat.
Saat performance, kami menyanyikan lagu “Semua tentang kita” dari Peterpan. Malam itu begitu mengharukan, mengingat tidak akan ada malam berikutnya yang dihabiskan bersama di LPMP.

Bye-Bye Lullaby

Setelah acara perpisahan usai, sebagian Repeater berkumpul di depan asrama, makan-makan dan ngobrol-ngobrol. Tidak ada kesempatan lagi, inilah momen terakhir untuk bercengkerama.

Don’t sleep away this night my baby.
Please stay with my at least till dawn.
It hurts to know another hour has gone by.
And every minute is worthwhile.

Tetapi waktu terus berlalu. Pelatihan ini pun ditutup pada siang harinya. Kami semua harus angkat koper setelah makan siang. Selamat tinggal, kawan. Sampai berjumpa di Magelang!
End;

Procedure Fight;
Begin

Seminggu setelah perpisahan, tibalah saatnya untuk berjumpa kembali di ajang Olimpiade Sains Provinsi. Repeater kali ini berjuang masing-masing untuk memperoleh kursi di Olimpiade Sains Nasional.
OSP ini dilaksanakan di SMA Taruna Nusantara Magelang. Tiga puluh tiga Repeater bersaing dengan wakil-wakil lain yang jumlahnya mencapai 100 orang. Itu baru di Jawa Tengah. Secara nasional, mungkin jumlahnya mendekati 1000 peserta. Sistem penyeleksiannya saat itu belum diketahui, entah menggunakan peringkat nasional, atau ada sistem passing grade.

Cewek ki-ka: Ana, Opi, Citra, Fenny *Kasihan, Ayumi nyelip di balik Dino*
Cowok ki-ka: Ferry, Sugeng, Ronny, Theo, Dino

1-10: Aji, Gusma, Wahyu, Hamid, Udin, Dino, Citra, Sugeng, Ana, Ronny

Gadis Pantura, Opi & Ayumi

Peserta laki-laki menginap di barak yang sudah ditinggalkan Taruna kelas 3. Sempat beredar isu bahwa cara mandi di sana adalah mandi bersama-sama di bak mandi yang besar. Untung saja, hal itu tidak terjadi. Di setiap bilik kloset, terdapat ember yang bisa digunakan untuk mandi… Syukurlah tidak perlu terjadi insiden ‘pedang-pedangan’. Sementara itu, peserta perempuan lebih beruntung karena tinggal di asrama yang jauh lebih memadai.
Pada malam hari menjelang tes, sekelompok anak yang disebut Geng Lelembut melakukan rogue action. Beberapa cowok, antara lain Dino, Sugeng, Ronny, dan Yoga dalam kegelapan malam menyusup ke asrama putri. Aksi ini bertujuan untuk melangsungkan transaki pertukaran komik antara Ronny dengan Ayumi. Untung saja aksi ini berlangsung dengan mulus dan para Lelembut kembali ke peraduannya dengan selamat.
Pagi harinya, saat tes, para Repeater mengerahkan seluruh ilmu kanuragan yang sudah diperoleh dari Bu Yenny. Walau dalam kasus ini, ilmu kanuragan itu tidak terlalu berguna karena tipe soal yang sangat berbeda. Soal OSP kali ini bagaikan bumi dan langit bila dibandingkan dengan soal tahun sebelumnya. Soal Pascal mulai dikurangi dan disederhanakan menjadi pseudocode. Porsinya pun kecil apabila dibandingkan dengan soal analitik.
Muka Repeater yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik berubah menjadi kusut setelah mengerjakan tes. Hanya anak-anak TN saja yang mukanya berseri-seri. Terutama Riza ONS yang dengan senyum lebar dan muka berbinar menyalami tiap orang dan berkata “Sampai ketemu di Pelatnas ya…”. Yeah, we hoped so.

Rusydi Hasan Makarim, anak terlantar yang lagi pening

Kali ini benar-benar perpisahan. Besar kemungkinan Repeat tidak akan pernah berkumpul kembali seperti dahulu. Memang, pertemuan tidaklah abadi, dan semoga demikian pula dengan perpisahan. Bagaimanapun juga, hidup bersama selama 3 minggu telah memberikan banyak warna dan keceriaan di hidup Repeater. Thank you very much, you’re limited-edition-friends, but you had given unlimited joy and memories.
End;

Procedure Aftermath;
Begin

Beberapa minggu kemudian, hasil OSP diumumkan secara online. Delapan siswa Jawa Tengah berhasil mendapat tiket untuk OSN bidang Komputer di Semarang. Hebatnya, 7 dari 8 orang tersebut adalah Repeater, dan satu orang outsider itu adalah seorang Taruna.
1.Praba Iman Prasaja (SMA TN)
2.Riza Oktavian Nugraha Suminto (SMA TN)
3.Harry Indra Koswanto (SMAN 1 Tegal)
4.Eka Permadi Susanto (SMA TN)
5.Muh. Yoga Prabowo (SMAN 1 Temanggung)
6.Nur Imanullah (SMAN 1 Pekalongan)
7.Bagas Adi Wicaksana (SMAN 1 Pati)
8.Fitriana Passa (SMAN 1 Purworejo)
Delapan orang tersebut cukup beruntung untuk kembali berhadapan dengan Bu Yenny di TC II. Kawah candradimuka sudah menunggu. Tentu saja kali ini lebih menantang, karena pelatihan dilaksanakan di kediaman Bu Yenny. Akan tetapi, Bu Yenny yang baru saja melahirkan ini menunjukkan sisi lain yang belum pernah ditampakkannya. Sisi baik yang tidak tersangka dan tidak terduga.

Ki-ka: Harry, Bagas, Yoga, Pak Bambang, Bu Yenny, Iman, Ana, ONS, Prabha, Eka

The Chosen Children

Sekian dulu dongeng ini saya ceritakan. Jika saya ceritakan panjang lebar, tentu storage saya di WordPress akan habis. Tunggu kelanjutannya!

NEXT>> Repeat 2 Years Later

End;

Repeat
Friend_Forever:=TRUE;
Regeneration;
Until Kiamat;

END.

Komentar»

1. Edwin Everhart Tumboimbela - Oktober 15, 2008

bwuahakakakakaka… jadi kangen… maaf udah lama nih gak ada kabar dari “Edwin”… ah jadi inget dulu gagal tembus OSN :p

udah 3 tahun berlalu… (3 tahun ya???) :D

Salam Hangat,

Edwin

2. Fenny - Oktober 16, 2008

Yoga… So sweeet…. Aduh, aku jadi kangen banget masa2 pelatihan kita dulu… Kapan yuk reunian lagi.. Tapi klo bisa semua mesti dateng.. Aku jadi bener2 kangen ma kalian semua..

3. riko - Oktober 16, 2008

wah….
keren2….

ingetanmu kuat bgt…..

bagus..bagus….

jgn dilupain kenangan itu

4. triplefortune - Oktober 17, 2008

@Edwin: Halo Kepala Suku, gimana kabarna di Jepun? Ah, OSN itu bagaikan judi, masih ga kebayang kenapa aku bisa lolos… Belum 3 tahun Bang, baru 2 tahun… Nihon ni ganbatte ne!
@Fenny: Ha… Iyah… So sweet. Kalo bisa reuni seluruh Repeat selama 3 tahun ini ajah ^_^… Tapi sapa yang yang mau mengorganize? Em… Ide: ONS aja!!!
@Riko: Wah, ga bisa lupa je… Terlalu indah untuk dilupakan…

5. Dalila Sadida - Oktober 22, 2008

wah… menyenangkan sekali ya pak yoga ^_^

6. Theo - November 4, 2008

wah,,
cerita masa lalu yang menyenangkan..
masa2 indah di LPMP..
kapan kita bisa kumpul lagi ber33?

7. riza_on - November 27, 2008

Waah, gak terasa udah 2 tahun lebih ya!
Udah punya adek 2 angkatan nih kita! :P

hmm..reunian yah? bolehbolehboleh…
tapi jangan saia donk!

8. devi - November 29, 2008

akhirnya Q baca juga . . .
Ebat2 . . .
Brt 33+7+7=47 repeaterz
Uu yeah !

Kapaaand bs reuni . . .

9. rusydi - Desember 28, 2008

busyet, mukaku masih ganteng abizz ….